Vincent Nazareth, 50, mengatakan, dia bertemu dengan biarawati saleh, yang mendirikan Kongregasi Misionaris Cinta Kasih (MC, Missionaries of Charity, setelah kematian putranya yang berusia 5 tahun akibat tumor otak tahun 1994. Nazareth menderita depresi waktu itu dan "Ibu Teresa mengilhami saya untuk melakukan sesuatu untuk anak-anak lain atas nama anak saya."
Berkata kepada sebuah kelompok pecandu tembakau di Mangalore, India selatan, pada Hari Tanpa Rokok Sedunia pada 31 Mei, ia mengatakan, hasilnya, ia kini bisa "menolong lebih banyak anak."
Bekas karyawan sebuah perusahaan asuransi itu mengatakan, dia meninggalkan pekerjaannya setelah putranya meninggal dan bekerja bersama para suster MC di Mumbai hingga kematian Beata Teresa tahun 1997. Tahun 1999, ia membentuk sebuah yayasan amal atas nama putranya untuk melakukan aksi menentang kecanduan tembakau, setelah bekerja di antara para penderita kanker dan setelah sadar bahwa tembakau merupakan penyebab utama sejumlah penyakit kanker.
Ketika berbicara pada 31 Mei, Nazareth, yang kini tinggal di Mumbai, mencatat bahwa tembakau menyebabkan 70 persen kanker paru-paru dan mulut. Di India, sekitar 800.000 orang mati setiap tahun karena penyakit yang terkait dengan tembakau, katanya, sambil mengutip temuan-temuan dari Dewan Riset Medis India.
Dia menyesal bahwa jumlah orang muda yang menggunakan tembakau telah meningkat beberapa tahun terakhir.
Dalam satu dekade terakhir, Nazareth telah mengunjungi sekitar 200 sekolah ke seluruh India untuk berkampanye melawan penggunaan tembakau, dengan memakai peralatan audio visual dalam memberi presentasi. Ia menjelaskan kepada para pelajar bahwa merokok dan penggunaan tembakau meningkatkan peluang terkena serangan jantung, , bronkitis, penyakit paru-paru, kehilangan selera makan, dan berbagai problem kesehatan lainnya.
Pada 1 Juni, sekitar 5.000 pelajar dari 12 sekolah Kristen di Mangalore berjanji untuk menghindari penggunaan tembakau, karena diilhami oleh kampanye Nazareth. Dalam upacara pengambilan-sumpah, para pelajar juga berjanji untuk memotivasi orang lain agar berhenti menggunakan tembakau.
Nazareth mengatakan bahwa hampir semua perusahaan rokok kini menargetkan para remaja sebagai bagian dari perencanaan bisnis jangka panjang mereka. Survei yang dilakukan departemen kesehatan dari berbagai negara bagian, katanya, menunjukkan bahwa mengunyah tembakau telah meningkat "secara mengejutkan" di kalangan anak-anak sekolah.
Nazareth mengatakan, yang menunjang aksi kampanyenya adalah "iman yang berkobar" dalam Sakramen Mahakudus dan devosi kepada Perawan Maria, selain dorongan dari istri dan putrinya.
Babu Thomas, seorang pemakai tembakau di Mangalore, mengatakan kepada UCA News, ia mengambil keputusan untuk meninggalkan kebiasaannya setelah mendengarkan ceramah dari Nazareth dan melihat gambar-gambar mengerikan dari para pasien kanker. Selalu saja datang godaan dalam benaknya, “satu saat semua orang pasti mati, maka kenapa tidak merokok,” katanya. Namun, setelah melihat gambar-gambar itu, "saya putuskan untuk berhenti."
| Comments |
|




