katedralmanado.com

 

Kunjungan Duta Vatikan

 

Tampak Depan Gereja

 

Tampilan Dalam Gereja

Message
  • Picture does not exist anymore or is not yet approved by administrators!
  • Picture does not exist anymore or is not yet approved by administrators!

KHOTBAH MINGGU PRAPASKA II

E-mail Print PDF
KHOTBAH MINGGU PRAPASKA II

MINGGU, 28 FEBRUARI 2010.                       

"KEGETIRAN DAN KEJAYAAN".

( Luk 9 : 28b-36 )

 

Didalam bacaan Injil ini diceritakan bahwa pada suatu hari Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke atas gunung untuk berdoa. Dan sementara berdoa berubahlah wajah Yesus dan pakain-Nya menjadi putih berkilauan. Ketiga rasul itu menyaksikan kemulian Yesus yag didampingi Musa dan Elia. Pada saat itu Petrus begitu senang, sehingga ia ingin mendirikan pondok-pondok supaya dapat tinggal di situ untuk selama-lamanya. Ia tidak mau turun dari gunung lagi, ia tidak mau kembali kepada kehidupan sehari-hari yang penuh pahit-getir.

 

Petrus rupanya lebih senang dan tertarik kepada situasi yang menyenangkan dan meriah dan menolak hal-hal yang pahit.

 

Di tempat lain dan oleh penginjil lain diceritakan bahwa bahwa ketika Yesus berbicara tentang penderitaan dan kematian-Nya,Petrus menarik Yesus ke samping dan menegur Yesus untuk tidak berbicara tentang hal itu. Pada saat itu Yesus berkata sangat keras kepada Petrus; “Enyalah iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia! Selanjutnya Yesus menegaskan; “setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal nyawanya, ia akan memikul salibnya dan mengikuti Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan Injilm ia akan menyelematkannya!” (Mrk 8:32-35)

 

Dengan itu Yesus mau mengatakan bahwa hal-hal yang pahit, penderitaan, bahkan kematian adalah kebahagian dari hidup manusia. Manusia tidak dapa menolaknya, bahkan Yesus sebenarnya mau mengatakan bahwa kejaaan hanya dapat diraih melalui penderitaan. Kebangkitan dapat dialami melalui kematian.

 

Yesus yang rupanya sudah menyadari bahwa jalan hidupNya di dunia akan berujung pada penderitaan dan kematian, mau mempersiapkan murid-muridNya untuk menghadapi hari-hari kelabu itu. Salah satu persiapan adalah pengalaman di atas gunung Tabor itu! Diharapkan murid-murid yang sudah mengalami kemuliaan di Tabor sebagai antisipasi dari kemuliaan kebangkitanNya, akan sanggup menghadapi saat-saat penuh kegetiran yang sudah terpampang di depan mata mereka. Yesus akan menjalani jalan salib ini menujuh kepada kejayaan kebangkitanNya. Yesus pun telah mewanti-wanti kepada murid-muridNya bahwa jalan salibNya akan merupakan jalan yang mutlak dilalui untuk menuju pada kemuliaan kebangkitan. Maka penderitaan dan kematian harus diterima dengan kepala tegak dan jiwa besar!

 

Ada suatu legenda yag menceritakan bahwa ketika Yesus mau memilih murid-muridNya, ia mengadakan testing terhadap para pendengar ajaranNya. Semua orang yang ingin mau menjadi murid-muridNya, harus memikul salib yang akan Dia berikan da mebawanya ke suatu puncak gunung yang Ia tentukan. Rupanya banyak sekali orang yang mau menjadi muridNya dan siap mau memanggul salib yang diletakan Yesus di atas bahu mereka. Maka pada hari itu banyaklah orang yang berduyung-duyung memikul salib menuju puncak gunung yang telah ditentukan Yesus.

 

Namun salib itu rupanya sangat berat dan perjalanan menujuh kepuncak gunung itu. Maka banyaklah orang mulai berpikir dan mencari akan akan supaya salibnya tidak terlalu berat. Banyak dari mereka memotong sebagian dari salibnya sehingga menjadi lebih pendek dan ringan.

 

Setelah berjalan beberapa hari, mereka sudah hampir mendekati puncak gunung itu. Namun masih mengalami suatu rintagan yang harus diatasi. Ada sebuah jurang yang sangat dalam terbentang antara mereka dan puncak gunung itu. Bagaimana mereka dapat menyeberang ?

 

Salah satu diantara mereka menemukan cara mengatasinya bahwa setiap orang menggunakan salibnya sebagai jembatan. Dan apa yang terjadi ? Ternyata ukuran salib mereka masing-masing persisi pas untuk menjembatani jurang itu.

 

Maka, semua pemikul salib dapat menyebrang dengan selamat ke puncak gunung, kecuali mereka yang telah memotong salibnya dan menjadikannya ringan.

 

Salib adalah jalan menujuh kejayaan!!

 

Memang memikul salib itu tidak enak. Penderitaan membuat hidup terasa berat. Kalau kita sedang menderita, sering kita tergoda untuk berpikir bahwa Allah mungkin telah meninggalkan kita. Dalam situasi seperti itu mungkin baik kita selalu memandang kepada Yesus, Putera Allah yang menderita dan mengalami malapetaka, merasa diri ditinggalkan BapaNya dan berseru ditengah kegelapan sengsara. Namun pada hari kebangkitanNya menjadi nyata bahwa Bapa tidak jauh, bahwa Allah tetap menyertaiNya meskipun untuk sementara waktu kelihatan Allah sudah jauh, Allah berdiam diri.

 

Dalam situasi demikian, perlu kita perhatikan bahwa dalam diri Yesus, Allah justru memperlihatkan kepada kita, bahwa Ia tidak memukul kita. Sama seperti Allah yang menguatkan PuteraNya di gunung Tabor sebelum Ia harus menanggung derita hebat, dan sama seperti ia menguatkan kita, menghibur kita di tengah segala sengsara dan derita, di tengah kegelapan hidup ini yang sering meliputi kita. Dan pada akhirnya Ia akan pula membangkitkan kita bersama PuteraNya ke dalam suatu hidup yang tidak bisa dibinasakan oleh siapapun, kepada kemuliaanNya yang sudah bersinar pada wajah Yesus di atas gunung Tabor. Kita pun merupakan putera-puteri kesayangan Tuhan, ia tidak akan meninggalkan kita.

 

Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Saturday, 27 February 2010 06:11 )  

Gereja Katedral

Banner

Yang Hadir Saat Ini

We have 2 guests online
Apakah Anda Seorang
 
You are here: